Hadits Online

Sabtu, 29 September 2012

Serial “Dengan Darah Mereka Berpetuah”


Jihadnya Orang yang tak Hadir dalam Jihad

Oleh : Syaikh Izzudin Ar Roshofi rohimahulloh
(Bagian 1 dari 2 tulisan)

“Dien ini akan senantiasa tegak, akan berperang karenanya segolongan kaum muslimin hingga datangnya kiamat.” (HR Muslim) Dalam hadits ini Rosululloh shollollohu alaihi wa sallam secara eksplisit menegaskan bahwa jihad tetap akan berlangsung dan diusung oleh sekelompok umat beliau, meskipun mereka tidak berada di bawah naungan dan perintah pemerintahan Islam. Justru mereka mengibarkan panji-panji jihad karena demi tegaknya dinul Islam itu sendiri. Lantas bagaimana jika mereka yang tidak berada di front-front pertempuran, atau terhalang untuk memasukinya, apa yang harus mereka lakukan? Syaikh Izzudin Ar Roshofi memberikan solusinya dalam tulisan berikut ini yang aslinya dipublikasikan oleh Markaz Media Al Fajr bekerjasama dengan Pustaka Al Himmah Daulah Islam Iroq. Naskah ini lalu diterjemahkan oleh Ibnu Qolami Al Muhajir hafizhohulloh dan dipublikasikan kembali oleh Forum Islam Al Busyro.

***

Dengan nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Segala puji bagi Alloh Robb Semesta Alam, Sholawat serta salam semoga tercurah bagi Nabi kita Muhammad shollollohu alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba`du :
Kebanyakan kaum muslimin ( 1 dan 1,5 Milyar ) sangat menginginkan seandainya ada kesempatan dibukakan bagi mereka agar dapat berperan walau hanya sedikit demi membela saudara saudara mereka di Iraq, Afghonistan atau Palestina. Dan banyak dari kaum mukmin sangat menginginkan seandainya dia mampu datang ke Iraq untuk benar – benar ikut serta dalam jihad bahkan banyak dari mereka yang sangat ingin merelakan diri dalam amaliyah istisyhadiyah demi membela agama Alloh.

Dan Kita jika memperhatikan dan memahami sebab – sebab waqi` (realita) karena ketidakmampuan para ikhwah itu (para pembela jihad) dalam rangka ikut serta beramal dalam peperangan melawan thogut maka kita - termasuk bagian dari menghasung kemampuan dan idad dengan segala kekuatan yang kita mampu - membuat metode yang dimampui oleh saudara – saudara kita (pembela jihad) - khususnya para pemuda diantara mereka yang dengannya ia bisa ikut serta dalam peperangan sedangkan mereka dirumah – rumahnya selama tidak mampu pergi dengan jasad / raga mereka, dan kami berusaha menjadikan metode itu mudah dan jelas atas izin Alloh semampu mungkin.

Saudara kami para pembela jihad yang tidak hadir dalam jihad :
Sesungguhnya saudara – saudara kalian di Iraq, Afghonistan dan di front – front lainnya menghadapi musuh bukan seperti musuh lainnya, ia adalah musuh yang berlipat ganda (koalisi) yang dibentuk dengan pencampuran dari setiap kejahatan dan benih – benih kekotoran serta perasan tipu muslihat dan makar. Sesungguhnya musuh kalian hari ini adalah setan dengan setiap bala tentaranya. Oleh karena itu dan agar kita jelas dalam mengenai sasaran maka wajib untuk kita perhatikan siapa yang kita perangi dan front perang mana yang kita arungi. Dan pada perang apa yang wajib untuk kita tentukan pertama kali dari para musuh, maka kita katakan dengan ringkas bahwa para musuh adalah :

    Setan dan jiwa yang memerintahkan pada kejelekan
    Yahudi yang diwakili oleh negara yahudi bernama israel dan setiap pembelanya
    Para salibis yang dipimpin oleh amerika dan sekutu – sekutunya
    Rofidhoh majusi dan anjing – anjing mereka
    Orang – orang murtad, orang – orang yang mudahanah (bertoleransi) dan para antek – anteknya dari bangsa kita sendiri.

Dan penjelasan nasehat – nasehat dan saran – saran bagi orang yang tidak hadir dalam jihad ini sebagai berikut :

    Idad Imani (persiapan spiritiul iman) bagi orang yang tidak hadir dalam jihad.
    Idad Madi (persiapan materi) bagi orang yang tidak hadir dalam jihad.
“ Militer – Badan (Fisik) – Kesehatan – Elektronik... “
    Dakwah bagi orang yang tidak hadir dalam jihad kepada Tauhid dan Jihad ditengah – tengah idad itu sendiri.
    Berperan serta bagi orang yang tidak hadir dalam jihad dalam membantu langkah – langkah awal untuk jihad yang bersifat (bermakna) perang.

I`DAD IMANI
BAGI YANG TIDAK HADIR DALAM JIHAD
Sudah menjadi keharusan untuk dapat mengalahkan nafsu dan setan hingga terealisasi kemenangan melawan musuh kafir, yang kami maksud adalah setiap hal yang mengajak kepada kesesatan, maksiat dan akhlak buruk, musuh ini ada yang bersifat internal dan bersifat external, oleh karena itu musuh seperti ini adalah yang paling berbahaya dan paling banyak bahayanya karena ia bekerja seperti bakteri yang ganas, karena ia tidak membunuhmu langsung pada awalnya akan tetapi ia menghancurkan raga dan anggota badanmu sehingga menjadikanmu seperti tanaman mati yang tidak bergerak dan tidak bermanfaat. Oleh karena itu berhati – hati dan waspada dari musuh semacam ini adalah wajib, karena tidak ada yang lebih besar dan lebih kuat yang dapat menghancurkanmu dari padanya. Maka kita menyiapkan diri mengahadapi musuh ini adalah langkah awal dalam berperang. Jika jiwamu mampu mengalahkannya maka setelahnya akan lebih mudah bagimu dan jika engkau tidak mampu maka aku mengira engkau tidak akan mampu ikut serta dalam perang yang engkau niatkan bergabung didalamnya.

Oleh karena itu pertama kali kewajibanmu jika engkau berazzam membela saudara – saudaramu hendaklah engkau letakkan kakimu diatas jalan jihad dan dalam waktu yang sama engkau kalahkan setanmu, dan pertama kali yang seharusnya engkau selesaikan adalah niat yang jujur agar engkau mendapat pahala jihad sedangkan engkau berada dirumahmu selama engkau tidak mengetahui jalan menuju para mujahidin. Akan tetapi sekali – kali engkau tidak akan mendapatkan pahala kecuali dengan adanya kejujuran darimu, maka seandainya tiba – tiba datang pesawat khusus untuk membawamu sekarang ini ke negeri jihad apakah engkau langsung keluar untuk melaksanakan kewajiban yang telah hilang ini atau engkau beralasan sebagaimana orang – orang banyak beralasan bahwa ibu tidak ridho, Pendidikan itu penting dan apa yang telah engkau lakukan termasuk bagian dari i`dad juga.. dll.

1.   Diantara tanda kejujuran adalah mengeluarkan / membuat paspor jika sebelumnya tidak ada dan dia jadikan selalu siap disaat apapun.
2.   Diantara tanda kejujuran adalah mempersiapkan diri jiwa dan raga dan berdoa dengan sungguh – sungguh agar Alloh memudahkan bagimu, dan menunaikan amanat kepada pemiliknya berupa harta dan pinjaman – pinjaman sebagaimana jika engkau akan meninggalkannya beberapa hari lagi atau mewakilkan kepada seseorang amanat – amanat itu hingga ia menunaikannya untukmu jika terjadi keterpaksaan bagimu.
3.   Keadaan ini serupa dengan keadaan kebanyakan para pemuda yang baru menempuh jalan istiqomah ketika bapak mereka melarang mereka sholat fajar karena takut atas mereka bahkan terkadang mereka menutup pintu agar anak itu tidak keluar, maka minimal bagi orang yang jujur niatnya hendaklah ia berdiri pada waktu sholat dihadapan Robbnya untuk melaksanakan sholat dan lisan keadaannya berkata
“ Wahai Robb kalau bukan karena pintu ini aku pasti keluar karena aku telah siap “
4.   Dan hadis – hadis yang menerangkan pahala hanya sekedar niat dalam keadaan tidak mampu melakukannya sangat banyak sekali, lihat Riyadus sholihin karangan An Nawawi dan yang lainnya.

Berikut ini kami jelaskan padamu tadrib imani (latihan spiritual) yang wajib engkau sempurnakan agar tetap teguh diatas jalan ini, yaitu :

1.   Menjaga sholat 5 waktu dengan selalu berjamaah
Saudaraku muslim, di sana banyak saudara – saudaramu di Iraq telah dilarang terhalang dari nikmatnya sholat di masjid, karena diisolasi dan ditutup oleh orang – orang rofidhoh semoga Alloh menghinakan mereka, oleh karena itu kami sangat iri dengan kalian karena kalian mampu pergi ke masjid tanpa ada rasa takut atau khawatir. Dan ketahuilah bahwa jika engkau termasuk dari orang yang sholat fajar dan isya di masjid maka engkau telah menempuh jalan yang benar yang menghantarkan kepada jihad atas ijin Alloh.

2.   Minimal engkau melaksanakan sholat 2 rokaat pada pertengahan malam setiap hari. Dan ketahuilah bahwa jika engkau telah mampu sholat pada pertengahan malam, artinya engkau mampu untuk berjaga – jaga diwilayah perbatasan jihad. Dan jika engkau tidak mampu berdiri pada malam hari untuk sholat sedangkan engkau di rumahmu dan sarana prasarana ada pada dirimu, lalu bagaimana engkau akan sholat malam ketika jihad? Bagaimana engkau akan mampu menaggung beratnya malam pada musim dingin atau tiupan jahanam di musim panas?
Maka mintalah pertolongan kepada Alloh untuk sholat malam, dan ketahuilah bahwa engkau ketika sholat dua rokaat dikamar ber ac dalam keadaan tenang, aman dan kenyang, maka sesungguhnya pada waktu itu di sana, saudara – saudaramu para mujahidin di Iraq terdapat orang – orang yang berdiri dengan senjatanya mengamati musuh, ia tidak merasa aman dari mana mereka (musuh) akan datang, berdiri di belakang dinding dan ia tidak tahu apakah dinding itu dapat melindunginya dari musuh atau dari dinginnya udara yang sangat menyengat di musim dingin.

3.   Hendaknya minimal engkau berpuasa sehari dalam sepekan, karena sesungguhnya hal itu membiasakan dirimu dalam menanggung derita lapar yang terkadang menimpamu di medan jihad. Dan ketahuilah bahwa para sahabat Rosullulloh shollollohu alaihi wa sallam, salah seorang dari mereka berperang sedangkan ia meletakkan batu di perutnya karena sakit kelaparan. Maka jika engkau mendapatkan beberapa penderitaan lapar ketika puasa namun engkau dalam keadaan tenang, karena engkau mendapatkan apa yang akan engkau makan ketika berbuka. Ketika engkau berbuka dengan segala apa yang engkau inginkan bagi dirimu dan menikmatinya di depan mata, sesungguhnya disana saudara – saudaramu di Iraq mereka menyambung puasa siangnya dengan puasa malam dan tidak berbuka, namun juga tidak mengeluh karena mereka tidak mendapatkan makanan berbuka. Seandainya mereka mendapatkannya pun tidak mampu menutupi sakitnya karena lapar kecuali hanya sedikit. Namun demikian mereka mengharapkan pahala di sisi Robb semesta alam, maka lihatlah ! Dimana posisi kalian dan mereka !!

4.   Hendaknya engkau mengkhatamkan Al-Quran minimal sekali dalam 1 bulan, jika engkau jadikan sebagai wirid bagi dirimu dengan setiap hari engkau membaca 1 juz Al-Quran, maka engkau akan mengkhatamkannya setiap bulan. Maka jika engkau telah mengkhatamkan Al-Quran pada awal bulan, ketahuilah bahwa engkau memiliki saudara di iraq yang salah satu seorang dari mereka mengkhatamkan semua Al-Quran sedangkan ia berdiri di barisan terdepan menakut – nakuti musuh dan musuh menakut – nakutinya, ia tidak dalam kondisi rasa aman dan tenang ketika membaca Al-Quran, maka lihatlah! Dimana posisimu dibandingkan orang ini !? pahala apa bagimu dan pahala yang mana bagi mereka?

5.   Bersungguh – sungguhlah engkau agar menjadi orang yang mengenal secara baik dengan sunah Rosul saw, dan hafalkan beberapa hadits beserta Al-Quran, karena ia akan menjadi bekalmu yang dapat mententramkan jiwamu. Dan ketahuilah bahwa di waktu engkau membaca beberapa hadis jihad dan pahala syahid, sesungguhnya saudaramu di iraq sedang beramal dalam mempraktekkan hadits – hadits itu secara nyata di lapangan yang dengan kedahsyatannya dapat menghancurkan singgasana orang –orang dzolim. Dan sangat beda antara orang yang hanya membaca atau menghafal hadis dengan orang yang mengamalkan hadits tersebut secara perbuatan dan mempraktekkannya.

6.   Engkau wajib menelaah beberapa buku sejarah dan beberapa biografi para sahabat dan tabi`in, agar mereka menjadi panutan bagimu, yang menunjukimu dari pekatnya malam dalam gelapnya peristiwa – peristiwa, dan kondisi waqi` (realita). Dan ketahuliah di waktu air mata mengalir di pipimu dan engkau mengikuti sikap – sikap mereka serta kagum dengan kepahlawanan mereka, maka disana, saudara – saudaramu di iraq sedang bekerja (beramal) untuk menambah lembaran – lembaran sejarah kepahlawanan. Sejarah orang – orang sholih dan pembesar – pembesar sejarah yang akan engkau baca dan dibaca oleh anak – anak kalian. Maka berusahalah agar engkau menjadi orang yang membuat sejarah bukan yang membaca sejarah.

7.   Berakhlaklah dengan semua akhlak yang baik, dan menjauhi segala akhlak yang buruk dan jelek. Akhlak terpuji pertama adalah engkau menyebarkan salam, perbuatlah setiap hari untuk memberi salam kepada orang yang engkau kenal. Jika engkau mampu berbuat hal itu maka engkau akan mendapatkan kesenangan jiwa dan akhlak yang baik. Karena akhlak baik itu apa yang engkau bergaul kepada manusia dengannya, bukan engkau bergaul dengan dirimu sendiri.
Sehingga jika engkau mampu memberi salam kepada orang yang engkau kenal dan tidak engkau kenal, maka engkau telah bergaul dengan manusia dengan akhlak yang baik. Ya, mungkin perkara ini sangat sulit, namun akan mudah bagi yang diberi kemudahan oleh Alloh, dan ketahuilah bahwa engkau sangat membutuhkan akhlak ini dalam jihad karena ia dapat menghapus kebencian dalam dada.
Dan membuat engkau mampu memaafkan saudaramu jika mereka berbuat salah pada dirimu. Maka janganlah engkau meremehkan akhlak ini walaupun sudah terbayang padamu urusannya hanya remeh saja. Ketahuilah bahwa wasiat Rosullulloh shollollohu alaihi wa sallam yang pertama dan utama kepada para sahabatnya di madinah adalah menyebarkan salam (untuk membangun masyarakat yang saling mencintai), menyambung tali silaturahhim (untuk membangun keluarga yang kokoh) dan sholat malam sedang manusia tidur (untuk membangun manusia yang lurus).
Disini kita melihat adanya tahapan dari masyarakat perkotaan menuju kepada keluarga dan famili, kemudian kepada diri sendiri dan individu.

يَأَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَ أَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصَلُّوا وَ النَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الجَنَّةَ بِسَلَامِ

”wahai sekalian manusia sebarkanlah salam, berilah makan orang yang membutuhkan, dan shalat malamlah ketika manusia pada tertidur  maka kalian akan masuk surga dengan selamat.”
(HR.Imam Tirmidzi dalam Sunan-nya juz 9 halaman 25 hadis nomor 2409.)

8. Jadikanlah harta itu berada di tanganmu bukan engkau jadikan ia berada di hatimu. Dan berusahalah mencari lebih banyak lagi harta halal, karena jihad - hingga yang paling sulit darinya - sangat membutuhkan orang – orang kaya seperti Utsman bin affan, Abdurrohman bin ‘auf dan para sahabat lainnya yang kaya. Dengan syarat engkau niatkan mengumpulkan harta bukan untuk dirimu sendiri dan kemegahan, akan tetapi hanya untuk jihad dan membantu para mujahidin. Maka setelah engkau mengeluarkan apa yang engkau keluarkan dari hartamu untuk keluargamu maka tabunglah sisa hartanya, hingga jika telah datang kesempatan bagimu untuk menyampaikannya kepada mujahidin maka engkau kerjakan dengan segera dan secepat mungkin.

Pastikan bahwa hartamu halal dan jauhilah harta – harta syubhat. Dan ketahuilah bahwa Alloh itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik, dan bahwa barang siapa yang bergelut di sekitar syubhat maka ia akan terjerumus di dalamnya. Bantulah para mujahidin walau hanya dengan 1 dirham, sungguh 1 dirham telah mendahului 100 ribu dirham sebagaimana disebutkan dalam hadis. Mulailah dengan jujur dari sekarang untuk menabung dan meminimalisir pengeluaran yang tidak bermanfaat dan yang bukan keharusan, hingga jika ia mendapati kemudahan jalan untuk menyumbang, ia akan segera menyumbangkannya.
Bisa jadi orang tersebut mendapat kemudahan untuk dapat menempuh jalan namun tidak memiliki harta untuk berangkat keluar. Oleh karena itu ia harus mempersiapkan diri untuk keadaan seperti itu dengan menabung apa yang ia mampu, dan Alloh tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya.

9.   Kecintaanmu kepada jihad tidak menghalangimu dari menikah. Dan ketahuilah bahwa mayoritas para sahabat Rosul shollollohu alaihi wa sallam adalah orang – orang yang sudah menikah. Namun menikah itu tidak menghalangi seorangpun dari mereka dari berjihad, dan juga jihad tidak menghalangi satupun dari mereka untuk menikah.
Dan berusahalah menikahi orang yang menjaga kehormatan dirimu dan membantu perkara agamamu. Jadikanlah niatmu dalam menikah untuk memperbanyak generasi kaum muslimin, karena kita hari ini sangat membutuhkan banyaknya jumlah (kwantitas) hingga salah satu dari kita bersama para anak – anaknya menjadi satu kelompok perang mujahidin. Jika niatmu agar Alloh memberi rezeki keturunan para mujahidin, maka alangkah indahnya (bagusnya) pernikahan itu dan alangkah bagusnya niat itu.

10. Tidak melihat kepada yang diharamkan Alloh. Pada saat ini, dimana gambar – gambar buruk dan tontonan senonoh telah tersebar hingga hampir – hampir tidak nampak selainnya, kita melihat bahwa ujian ini sangat sulit dan bencana ini sangat besar. Akan tetapi pada waktu yang sama kita tahu bahwa pahala akan lebih besar dan surga lebih mahal, serta ridho Alloh Robb semesta alam lebih besar dan agung. Oleh karena itu barang siapa yang berharap untuk bertemu dengan Robbnya, jihad di jalan-Nya dan membela saudara – saudaranya maka hendaklah menahan dirinya dari melihat apa yang Alloh haramkan.

Cara mewujudkan hal itu lakukanlah berikut ini :

a.    Mematikan (mengeyampingkan) seluruh stasiun tv yang tidak baik, dan jika kamu mampu menutup semuanya (sepenuhnya) maka itu lebih baik. Jika engkau beralasan bahwa engkau akan cukup hanya melihat berita dan menyaksikan program – program islam, maka kita tahu bahwa hal itu hanyalah tipu daya setan. Dan bahwa bala tentaranya tidak akan pernah membiarkan kamu hingga mereka dapat menjerumuskan kamu ke dalam apa yang Alloh haramkan.
Maka hati – hatilah dari mereka yang hendak mengujimu dan tutuplah pintu yang para bala tentaranya datang kepadamu dari arah tersebut. Dan jika kamu tidak mampu dengan hal itu, jika engkau tidak memilikinya misalnya, maka jauhilah melihat kepadanya. Sedangkan berita – berita dan program – program islam, maka kami nasehatkan kepadamu untuk menelaah (melihat) dari majalah – majalah yang terpercaya dan buku – buku yang bermanfaat. Dan ketahuilah di waktu engkau berusaha berjihad melawan hawa nafsumu agar tidak melihat apa yang Alloh haramkan, sesungguhnya saudara – saudaramu para mujahidin di Iraq sedang berjihad hingga kehormatan mereka tidak terkoyak dan kemuliaan mereka tidak dihinakan.

b. Jauhilah jangan sampai engkau biarkan setan menipumu untuk masuk ke dalam tempat – tempat yang serba bebas (permisifme) di internet, dan berusahalah untuk melawan hawa nafsumu dan melarangnya dari hal itu.

c. Jadikan seluruh perhatianmu dalam rangka meninggikan kalimat Alloh dan berkhdimat bagi islam serta membela saudara – saudaramu. Dan berusahalah engkau jadikan setiap tujuan dan urusanmu, yang engkau tidur dan duduk selalu bersamamu. Jika engkau mampu berbuat hal itu, maka ketahuilah bahwa tidak ada tempat lagi untuk urusan – urusan dan perkara – perkara keji yang terlintas dalam pikiranmu setelah itu.
Saudaraku muslim, inilah langkah-langkah pembelajaran demi mencegah kejahatan setan dan hawa nafsu yang selalu menyuruh pada kejahatan, jika engkau mampu mengatasinya, maka setelah itu engkau akan lebih mampu lagi menghadapinya atas ijin Alloh. Dan jika engkau tidak mampu, maka kami tidak mengira (menyangka) kamu selain mengaku – aku saja, lemah tekadnya dan loyo motivasinya, engkau berkata apa yang tidak engkau perbuat dan berfikir apa yang tidak mampu engkau kerjakan. Dan ketahuilah bahwa inilah tingkat terendah amalan yang dapat kamu kerjakan. Jika engkau dapat menambah amalmu maka engkau termasuk orang-orang yang memiliki tekad yang tinggi dan berjiwa besar.

I`DAD MATERI
BAGI YANG TIDAK HADIR DALAM JIHAD
MILITER – FISIK – KESEHATAN – ELEKTRONIK

“Saudaraku para penolong jihad“ Kita hari ini sangat membutuhkan kecakapan dan keahlian secara ilmu, wawasan dan fisik. Sangat membutuhkan orang – orang yang berpengalaman dalam segala hal yang harus ada dalam medan jihad dan dalam membangun negara baru. Kebutuhan medan perang sangat begitu mendesak kepada orang orang yang memiliki ilmu syar`i, para da`i dan penuntut ilmu. Namun demikian kita tidak hanya membutuhkan ulama syareat saja. Namun kita membutuhkan para ulama (ahli ilmu) kelistrikan, elektronika, matematika, biologi, kedokteran dan segala hal, lalu siapa yang akan membuat senjata bagi kita, jika diantara kita tidak ada yang tahu ilmu tersebut? siapa yang akan menyampaikan suara kita kepada dunia? Siapa yang akan mengobati orang – orang yang terluka diantara kita?
Kita sangat membutuhkan semua ini, maka kuatkanlah tekad, bertawakkal kepada Alloh dan berusahalah mulai hari ini agar engkau menjadi orang yang ahli dengan salah satu dari seni ilmu ini. Karena saudara – saudara kalian di iraq sangat membutuhkan para ahli ilmu, para spesialis dan orang–orang yang berpengalaman. Sesungguhnya banyak dari mereka yang memiliki (membawa) senjata namun kebanyakan mereka tidak ada yang dapat membuat senjata. Dan orang mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Alloh dari pada orang mukmin yang lemah sebagaimana yang ditegaskan dalam hadits.
Oleh karena itu, yang kami kehendaki dari kalian berikut ini :

1.   Bidang militer dan fisik
Menambah badan, yaitu dengan memfokuskan pada fisik dan permainan (simulasi) seni perang. Karena sesungguhnya bertambahnya kemampuan fisikmu akan menambah kepercayaan dirimu. Dan menjadikanmu mampu menanggung beban kesulitan, menghadapi rintangan berat dan melaksanakan kewajiban – kewajiban tanpa merasa letih atau lemah. Maka jadilah selalu melazimi (rutin) latihan–latihan dan mempraktekkan kewajiban-kewajiban.
Dan jadikanlah niatmu dalam hal itu adalah mempersiapkan diri untuk berjihad. Bayangkanlah bahwa dirimu sedang berlatih di medan jihad mempersiapkan diri untuk perang. Dan di tengah–tengah latihan selalu bayangkan bahwa dirimu sekarang sedang berada di Iraq dan musuh telah melancarkan serangan kepadamu, maka apa harapan yang akan engkau perbuat?
Dan fokuskanlah dalam lari cepat, khususnya untuk jarak yang jauh.. ketangkasan... bersungguh-sungguh... menahan lapar.. dan berlatih menaiki gunung. Dan ketahuilah bahwa kemampuan fisikmu akan menjadi penolong utamamu setelah pertolongan Alloh dan kekuatan dari-Nya di tempat-tempat jihad. Maka berusahalah untuk melakukan latihan secara sempurna dan membentuk fisik yang kuat, sebagai penolong kita bukan malah sebagai beban (kekurangan) atas kita. Dan pada masing – masing terdapat kebaikan yang banyak atas ijin Alloh.
Berusahalah untuk belajar berenang dan mengendarai mobil, telah disebuatkan dalam hadits

كُلُّ شَئْ لَيْسَ فِيْهِ ذِكْرُ اللهِ فَهُوَ لَهْوٌ وَلَعِبٌ إِلاَّ أَرْبَعٌ مُلاَعَبَةُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَتَأْدِيْبُ الرَّجُلِ فَرَسَهُ وَمَشْيُهُ بَيْنَ الْغَرْضَيْنِ وَتَعْلِيْمُ الرَّجُلِ السِّبَاحَةَ

“Segala sesuatu selain zikir kepada Allloh azza wa jalla adalah permainan dan melailaikan kecuali empat hal : berjalannya seseorang diantara melatih kudanya, berlatih memanah, mencumbui istrinya, dan mengajari berenang."
HR. Ath Thobroni dalam Al Kabir dengan sanad jayyid “bagus” sebagaimana yang dikatakan oleh Al Mundziri dalam At Taghrib wat Tarhib. Dan sanadnya dihasankan oleh Ibnu Hajar dalam Ad Diroyah. Di dhoifkan oleh Ibnu Hazm dalam Al – Muhalla dan disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash – Shohihah

Dari Makhul bahwa Umar bin Khottob menulis surat kepada penduduk Syam agar ajarilah anak – anak kalian berenang, melempar dan berkuda.
(dalam Kanzul Umal)

Berusahalah belajar menggunakan senjata dengan segala macam – macamnya, karena ia termasuk tuntutan wajib jihad yang mana tidak akan sempurna kecuali dengannya. Dan berusahalah agar engkau ahli (berpengalaman) dalam persenjataan bukan hanya sekedar bisa menggunakannya saja. Dan berusahalah juga berlatih untuk menjaganya bahkan dapat membuatnya jika engkau mampu. Dan janganlah menunggu datang orang yang dapat melatihmu dalam menggunakan senjata, akan tetapi berusahalah sejak dari hari ini untuk berbuat itu, dari forum – forum jihad di internet.

Berusahalah engkau membaca semampu yang dapat engkau baca tentang perang perlawanan (revolusi), perang gerilya dan seni – seni perang, perang media, perang mental (psy war), perang politik dan segala hal yang dapat menambah perbendaharaan wawasan dan pengalamanmu dalam melancarkan serangan dan perlawanan. Di sana banyak sekali muaskar nadhori (teori kemiliteran) di situs – situs internet.
   
2. Bidang Kesehatan
Tingkatan pertama adalah spesialis bedah, tulang dan pertolongan pertama pada kecelakaan (p3k). Semua itu sangat penting bagi mujahidin. Latihan – latihan seperti ini sangat banyak sekali dan sudah biasa di negara orang – orang yang tidak hadir dalam jihad, dan dengan tugas – tugas yang menyerupai.
   
3. Bidang media dan komputer
Berusahalah mempelajari tata cara proses komputer dan bagaimana cara menjaganya, serta segala yang engkau mampu dari ilmu di bidang komputer. Dan jadikanlah niatmu dalam hal itu adalah untuk jihad fisabilillah dan membela agamanya. Pelajarilah segala yang berkaitan dengan situs – situs internet dalam membuat web, membangun forum (situs) dan korespondensi melalui e-mail. Begitu juga tata cara menghancurkan situs – situs yang menyerang islam, dan hal – hal yang berkenaan dengan pembuatan film – film, bagaimana tata cara menggunakan alat perekam gambar dan memproduksi film – film hingga cara mengup-load (mengunggah) ke internet dan situs – situs jihad, mengcopy dalam bentuk lembaran – lembaran, cd dan kaset – kaset. Bekerja dengan cara wajar dan ini adalah yang paling dibutuhkan oleh pasukan media para mujahidin pada hari ini.
  
4. Bidang keamanan
Tela`ah lah (lihat) apa yang tersebar di internet dan berusahalah mempraktekkannya dan menyebarkannya, karena hanya dengan mengenali musuh – musuh Alloh dengan tersebarnya perasaan yang aman bagi para mujahidin dan para pembela mereka akan menambah musuh marah. Dan membuat marah musuh – musuh Alloh adalah tuntutan syar`iy.
Berusahalah untuk mempelajari bahasa musuh – musuhmu. Karena mempelajari bahasa musuh kita bermanfaat dalam menekannya. Dan jika kita telah menekannya atas ijin Alloh- maka bahasa kita akan tersebar di antara para umat. Dan kita hari ini membutuhkan orang – orang yang berbicara dengan bahasa musuh kita hingga kita tahu apa yang mereka rencanakan, dan hingga kita dapat mengambil teknologi yang bermanfaat dari mereka.
Hingga kita memerangi mereka dengan bahasa yang mereka pahami. Dan ketahuilah bahwa mempelajari bahasa mereka tidak harus (melupakan) bahasamu atau melepaskan akidahmu. Sebelumnya kita kawatir akan adanya peperangan melalui pengaruh budaya musuh atas budaya kita, akan tetapi kita hari ini atas karunia Alloh, meyakini bahwa peperangan (serangan) budaya musuh telah kalah. Dan bahwa hari ini tidak ada lagi di muka bumi ini orang yang tertipu dengan pengaruh budaya barat setelah nampak jelas kepalsuannya, kezoliman dan Kerusakannya. (namun untuk di Indonesia serangan budaya ini semakin menjadi jadi.(
Oleh karena itu sesungguhnya usaha kita dalam mempelajari bahasa mereka hari ini adalah agar kita mampu berbicara dengan mereka sesuai kadar akal mereka, hingga kita yang memerangi budaya mereka. Kita berharap menemukan di antara mereka orang yang mendengarkan, sehingga ia condong lalu berpikir dan mendapatkan hidayah dan Alloh memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakinya. Cukuplah kalian tahu, bahwa yahudi mengajari anak – anak mereka bahasa arab di sekolah – sekolahan mereka.

5.Bidang Politik
Lihatlah berita – berita dan pernyataan – pernyataan penting hingga engkau mengetahui perkembangan berita dan kejadian – kejadian terkini.

6.Bidang elektronik
Pelajarilah cara pembuatan (proyek) instalasi peledakan dari jauh, pengacau radar (alat deteksi) dan masuk ke dalam gelombangnya untuk mengetahui apa yang sedang digambar dll.

7.Senjata efektif (tepat guna)
Yaitu doa para mujahidin dan orang – orang yang ditawan dari mereka, khususnya . dan ini selemah – lemah iman dan persembahan minimal seorang muslim bagi saudara – saudaranya, sesuai prinsip :

مَنْ لَمْ يَهْتَمَّ بِأَمْرِالْمُسْلِمِيْنَ فَلَيْسَ مِنَّاَ

(HR. ath-Thabrani dalam al Mu'jamul-Awsath (7/270 no. 7473) )
“ Barang siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin maka ia bukan dari golongan kami“.
Dan pertolongan dengan kemampuan yang paling minimal yaitu lisan. Aku memohon kepada Alloh agar memudahkan jalan bagimu kepada kesyahidan. Saya letakkan alenia terakhir (no.7) disini karena senjata itu salah satu sebab tidak kalah pentingnya dari sebab – sebab materi yang teraba dan nampak mata. (Bersambung, insya Alloh)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar